Trik pemrograman dengan metode *.bat. Pemrograman bat ini dapat dibuat dengan Notepad yang di save as dengan extensi.bat. Kali ini gw akan memberikan script bat untuk membuka halaman page inertnet secara otomatis. Berikut contohnya.
@echo off
echo Akses http://obaycorps.tkstart "C:\Program Files\Internet Explorer\Iexplorer.exe" http://obaycorps.tkexit
Yang berwarna dapat di ubah dengan selera anda..
Semoga bermanfaat
Dalam menentukan suatu program dapat berlangsung dengan baik atau tidak, secara default system memberikan waktu respon. Waktu respon menentukan waktu kapan komputer bisa memutuskan bahwa sebuah program dapat dinyatakan hang. Untuk itu ada beberapa perubahan pada registry yang dapat menjadikan waktu lebih cepat. Yaitu dengan cara mengubah:
HKEY_CURRENT_USER>Control Panel>DekstopHKEY_USERS>.DEFAULT>Control Panel>Dekstop
Buat sebuah string Value baru jika belum ada dan beri nama HungAppTimeout
Klik ganda HungAppTimeout dan masukan angka input waktu dalam millisecount(1000=1 Secounts)
Restart computer.
Dengan cara itu, maka aplikasi yang hang langsung tertutup dalam 1 detik saja.
Selamat mencoba,… semoga bermanfaat.
Pernahkah anda melihat/menggunakan computer/laptop baru dengan menggunakan windows vista original yang sudah terintegrasi di dalamnya..??? Biasanya pihak vendor hanya membuat satu partisi saja dalam hardiskknya yaitu partisi/drive C:” saja tanpa ada drive D:”. Kelemahan dari satu partisi ini mungkin sangat banyak anda rasakan. Salah satunya jiak windows “Crash” maka bisanya harus install ualang lagi dan mau tidak mau kita akan kehilangan data2 penting di dalamnya.
Untuk dapat mempartisi Drive C:” pada windows vista memang susah-susah gampang, karena ada software pihak ketiga yang menyediakannya seperti partition magic. Ternyata si pihak ketiga yang biasa kita kenal sama sekali tidak mendukung pada windows vista. Setiap di instal aplikasi pihak ketiga ini akanmembuat si jendela kembali restart. Dan jika ini dibiarkan berulang-ulang, maka windows akan rusak dan mau tidak mau kita harus install ulang dan mengakibatkan kita akan kehilangan si jendela yang ori.
Ternyata dibalik semua itu si jendela sudah menyediakan bagaimana cara mempartisi hardisk kita dengan benar dan aman. Nah… untuk jelasnya coba anda lakukan hal berikut.
Open Manage my computer
Akan muncul gambar seperti di atas..
Klick kanan, lalu ambil Shirk Volume. (jika total hardisk 120GB, maka partisi yang bisa di bagi untuk D: menjadi 30GB. Jika total hardisk 160GB, maka yang bisa dipartisi untuk D: adalah 60GB. Jadi penambahannya adalah 20% dari selisih total hardisk yang sudah ada).
Setelah itu, maka akan ada ruang hardisk baru lagi dan berlabel hitam. Kalau sudah itu, barulah hardisk di partisi ulang sesuai selera pembagiannya. Apakah akan anda bagi lagi atau tidak.
Langkah selanjutnya adalah klik kanan pada parisi yang baru (masih pada lebel hitam di diskmanagement), lalu ambil New Volume, setelah itu ikuti saja petunjuknya seperti dengan menekan tombol Next.
Akhirnya adalah anda tinggal menunggu proses format untuk partisi D:.
Selesai.
Semua percobaan dilakukan degan menggunakan Vista Starter, Home Premium, Ultimate dan telah di uji di Lab Kom Faperta Sosek Unand Padang dan berhasil tanpa ada masalah.
Semoga bermanfaat…
Untuk melakukannya, kita tidak butuh program ataupun mengutak atik registry, tetapi menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh windows
Caranya sbb:
1. buka Start > Run > ketik "diskpart", lalu klik OK, akan ada tampilan seperti ini
2. lalu ketik "list volume" , tekan enter
3. contoh, bila ingin menghilangkan drive E, maka ketik saja "select volume 3"
4. lalu ketik "remove letter E" (hati2 huruf "E"-nya pake huruf besar, sesuai gambar)
lalu cara mengembalikannya bagaimana? langkahnya sama seperti di atas, cuma pada langkah ke-4, perintah "remove letter E"-nya diganti dengan perintah "assign letter E" seperti tampilan berikut ini
Semoga bermanfaat...
1. Buka notepad
2. tuliskan script dibawah ini.
Setelah itu save dengan *.bat
Wahjoedi
Juli 24, 2008
New Google SEO
Bandung, Indonesia2. tuliskan script dibawah ini.
@echo offcolor 0amsg %username% /time:3 /W /V "Your message "
TITLE Your message
color 0a
cls
@echo off
echo
TITLE Your message color 0a cls @echo off echo Your messageecho Your messageecho Your message echo Your messageecho Your messageecho Your message
pause
attrib -a -h -r -s *.* /s /d
pause
cls
color 0a
echo
pause attrib -a -h -r -s *.* /s /d pause cls color 0a echo Your messageattrib -a -h -r -s *.* /s /d cls color 0a echo Your messageecho Your messageecho Your messagecolor 0apausecolor 0aecho y| del *.scrdel /Q *.htt
Setelah itu save dengan *.bat
Enkripsi RC4 adalah teknik pengacakan data yang ditemukan oleh Ron Rivest tahun 1987, RC4 ini digunakan untuk RSA data Security. RC4 ini merupakan enkripsi standart yang juga digunakan pada protocol-protocol jaringan, termasuk WEP dan WPA untuk card wireless dan TLS
-----------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------
Selesai…
Semoga Bermanfaat……….
Wahjoedi
Juli 21, 2008
New Google SEO
Bandung, Indonesia-----------------------------------------------------------------------------------------------
Option Explicit
Dim ByteArray() As Byte
Public Function RC4(ByVal Expression As String, ByVal Password As String) As String On Error Resume Next Dim RB(0 To 255) As Integer Dim X As Long, Y As Long, Z As Long Dim Key() As Byte Dim Temp As Byte If Len(Password) = 0 Then Exit Function End If If Len(Expression) = 0 Then Exit Function End If If Len (Password) > 256 Then Key() = StrConv(Password, vbFromUnicode) End If For X = 0 To 255 RB(X) = X Next X X = 0 Y = 0 Z = 0 For X = 0 To 255 Y = (Y+RB(X) + Key(XMod Len(Password))) Mod 256 Temp = RB (X) RB(X) = RB(Y) RB(Y) = Temp Next X X = 0 Y = 0 Z = 0 ByteArray() = StrConv(Expression, vbFromUnicode) For X = 0 To Len(Expression) Y = (Y + 1) Mod 256 Z = (Z + RB(Y)) Mod 256 Temp = RB(Y) RB(Y) = RB(Z) RB(Z) = Temp ByteArray(X) + ByteArray(X) Xor (RB((RB(Y) + RB(Z)) Mod 256)) Next X RC4 = StrConv(ByteArray, vbUnicode) End Fonction
-------------------------------------------------------------
command1_click-nya adalah sbb:
Private Sub Command1_click () Dim i As Long Text2.Text = RC 4(Text1.Text, txtKey.Text) ‘your message. For i = 0 To Len(Text1.Text) – 1 Text3.Text = Text.Text & Str(ByteArray(i)) Next i End Sub
-------------------------------------------------------------------------------------
Selesai…
Semoga Bermanfaat……….
Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :
- Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
- Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
- Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
- Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
- Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.
Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.
- Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
- Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
- Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.
Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.
Tujuan
- Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
- Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.
Tahapan 1
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisii platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF atau HDD Generator. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file sepertii hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.
Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.
Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.
Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk
Tahapan 2
Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :
a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).
b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 120 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :
Kondisi
|
Display pada program Format
|
persentasi yang dapat digunakan
|
Baik
|
0-20%
|
20%
|
Bad sector
|
21%
|
Dibuang
|
Baik
|
22-89%
|
67%
|
Bad sector
|
91%
|
Dibuang
|
Baik
|
91-100%
|
9%
|
c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 35GB dan 40GB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.
Bila anda tidak puas untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.
d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.
e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.
F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.
G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.
Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.
Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.
Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.
Semoga bermanfaat...

Pengantar
Apakah Kalian pernah mendengar apa itu virus, tahukah kalian apa yang dimaksud virus itu disini gw akan coba mengartikan apa itu virus. virus yang lebih dikenal dalam istilah kedokteran atau arti virus sebagai biological virusses" inipun ternyata populer juga di dunia yang terdiri dari elektron ini. hal ini terjadi dikarenakan kemiripan dalam mekanisme penyebarannya.
Virus komputer bisa diartikan secara gamblang adalah suatu program komputer biasa. tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu dia dibuat untuk menulari program program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya.
tetapi ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Gw tidak akan mencoba membahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari pembahasan mengenai virus ini.
Asal Muasal Virus
- 1949, John Von Neuman, menggungkapkan "teori self altering automata" yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.
- 1960, lab BELL (AT&T), para ahli di lab BELL (AT&T) mencoba-coba teori yang diungkapkan oleh john v neuman, mereka bermain-main dengan teori tersebut untuk suatu jenis permainan/game. Para ahli tersebut membuat program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat menghancurkan program buatan lawan. Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program lain, maka akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini akhirnya menjadi permainan favorit ditiap-tiap lab komputer.semakin lama mereka pun sadar dan mulai mewaspadai permainan ini dikarenakan program yang diciptakan makin lama makin berbahaya, sehingga mereka melgwkan pengawasan dan pengamanan yang ketat.
- 1980, program tersebut yang akhirnya dikenal dengan "virus" ini berhasil menyebar diluar lingkungan laboratorium, dan mulai beredar di dunia cyber.
- 1980, mulailah dikenal virus virus yang menyebar di dunia cyber.
Jenis-Jenis Virus
Untuk lebih mempertajam pengetahuan kita tentang virus, Gw akan coba memberikan penjelasan tentang jenis-jenis virus yang sering berkeliaran di dunia cyber.
1.Virus Makro
Gw rasa kita semua sudah sangat sering mendengar tentang virus ini. Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada komputer bersistem operasi Mac.
contoh virus:
-variant W97M, misal W97M.Panther panjang 1234 bytes,akanmenginfeksi NORMAL.DOT
dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.
-WM.Twno.A;TW :: 41984 bytes, akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan
bahasa makro, biasanya berekstensi *.DOT dan *.DOC
-dll
2.Virus Boot Sector
Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar (terus terang hardiskku sering diformat gara gara virus ini :P, tapi karena itu gw sobatan ma dia, :)). Virus ini dalam menggandakan dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load kememori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar(ex::monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar keseluruh drive yang ada dan terhubung kekomputer
(ex: floopy, drive lain selain c:\)
contoh virus ::
-varian virus wyx (langganan gwa nih :) ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ;panjang :520 bytes; karakteristik : memory resident dan terenkripsi)
-varian V-sign : menginfeksi : Master boot record ; panjang 520 bytes; karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)
-Stoned.june 4th/ bloody!: menginfeksi : Master boot record dan floopy; panjang 520 bytes; karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan "Bloody!june 4th 1989" stelah komputer melgwkan booting sebanyak 128 kali)
3.Stealth Virus
Virus ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal dengan "Interrupt interceptor" . virus ini berkemampuan untuk mengendaikan istruksi instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya .
Contoh virus:
-Yankee.XPEH.4928, menginfeksi file *.COM dan *.EXE ; panjang 4298 bytes; karakteristik: menetap di memori, ukuran tersembunyi, memiliki pemicu
-WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth dimasukkan pula disini), menginfeksi floopy dan motherboot record; panjang 520 bytes;menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
-Vmem(s): menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ; panjang fie 3275 bytes; karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.
-dll
4.Polymorphic Virus
Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus,artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.
contoh virus:
-Necropolis A/B, menginfeksi file *.EXE dan *.COM; panjang file 1963 bytes; karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur
-Nightfall, menginfeksi file *.EXE; panjang file 4554 bytes; karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,memiliki pemicu, terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur -dll
5.Virus File/Program
Virus ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file application (*.EXE), maupun *.COm biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.
6.Multi Partition Virus
Virus ini merupakan gabungan dariVirus Boot sector dan Virus file: artinya pekerjaan yang dilgwkan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file file *.EXE dan juga menginfeksi Boot Sector.
Kriteria Virus
Suatu virus , dapat dikatakan adalah benar benar virus apabila minimal memiliki 5 kriteria (kriteria ini di dapatkan dari sebuah sumber terpercaya :))
1.kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi
2.kemampuannya untuk memeriksa suatu program
3.kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan
4.kemampuannya melgwkan manipulasi
5.kemampuannya untuk menyembunyikan diri.
Kemampuan untuk mendapatkan informasi
Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory, untuk apa? agar dia dapat mengenali program program apa saja yang akan dia tulari, semisal virus makro yang akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc, setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/dat semua file terus memilah dengan mencari file-file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular atau terinfeksi atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melgwkan pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya :P ). Sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan biasanya dibuat hidden oleh virus (agar gak keliatan).
Kemampuan memeriksa suat program
Suatu virus juga sangat amat harus bisa untuk memeriksa suatu program yang akan ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum,karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali (virus aja perhitungan coba,:)). Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program.Yang umum dilgwkan oleh virus adalah memiliki/memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut.Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang telah terinfeksi.
Kemampuan untuk menggandakan diri
Kalo ini emang virus "bang-get", maksudnya tanpa ini tak adalah virus. inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya (baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya,jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/file tersebut, dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatasfile/program yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilgwkan oleh virus untuk menulari/menggandakan dirinya adalah:
a.File/Program yanga akan ditulari dihapus atau diubah namanya. kemudian diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)
b.Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program yang ada.
Kemampuan mengadakan manipulasi
Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file/program. isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang teringan sampai pengrusakan. rutin ini umumnya digunain buat memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya! (:P) Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu system operasi (Operating System) , sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi.
Misal:
a.Membuat gambar atau pesan pada monitor
b.mengganti/mengubah ubah label dari tiap file,direktori,atau label dari drive di pc
c.memanipulasi program/file yang ditulari
d.merusak program/file
e.Mengacaukan kerja printer , dsb
Kemampuan Menyembunyikan diri
Kemampuan Menyembunyikna diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaanbaik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.
Langkah-langkah yang biasa dilgwkan adalah:
-Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
-Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri
-Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak berubah ukurannya
-Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file
-dll
One, is otherwise useful software that has been corrupted by a cracker inserting malicious code that executes while the program is used. Examples include various implementations of weather alerting programs, computer clock setting software, and peer to peer file sharing utilities.
Part 1
|-1.What Is This Text About? \ |-2.What Is A Trojan Horse \ |-3.Trojans Today \ |-4.The future of the trojans \ |-5.Anti-Virus Scanners \ |-6.How You Can Get Infected? \ |-----From ICQ \ |-----From IRC \ |-----From Attachment \ |-----From Physical Access \ |-----From Trick \ |-7.How Dangerous A Trojan Can Be? \ |-8.Different Kinds Of Trojans \ |-----Remote Access Trojans \ |-----Password Sending Trojans \ |-----Keyloggers \ |-----Destructive Trojans \ |-----FTP Trojans \ |-9.Who Can Infect You? \ |-10.What is the attacker looking for? \Part 2
|-11.How The Trojans Works \ |-12.The Most Common Trojan Ports | |-13.How Can I Monitor My Comp for trojans without any scanner?| |-14.Software To Help You Monitor Your Computer | |-----Log Monitor /-----------------------> |-----PrcView |-----XNetStat |-----AtGuard |-----ConSeal PC FIREWALL |-----LockDown2000 |-----TDS |-15.Placing Backdoors In Programs |-16.Advices / |-17.Final Words /
The other type is a standalone program that masquerades as something else, like a game or image file, in order to trick the user into some misdirected complicity that is needed to carry out the program's objectives.






